JAKARTA - Simak daftar terbaru harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina yang berlaku Selasa, 27 Januari 2026. Penyesuaian ini mengikuti tren harga minyak mentah dunia yang memengaruhi biaya bahan bakar nasional.
Penurunan harga BBM sudah diumumkan pada 1 Januari 2026 dan mulai berlaku di seluruh SPBU. Di Jawa Barat, misalnya, harga Pertamax turun Rp400, dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter.
Jenis Pertamax Green juga turun Rp350, dari Rp13.500 menjadi Rp13.150 per liter. Sementara Pertamax Turbo mengalami penyesuaian harga Rp350, kini menjadi Rp13.500 per liter.
Dexlite mencatatkan penurunan paling signifikan, yaitu Rp1.200, dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter. Pertamina Dex atau Pertadex turun Rp1.400, sehingga harga terkini berada di angka Rp13.600 per liter.
Penyesuaian ini berlaku untuk seluruh wilayah, mulai Aceh hingga Papua Barat Daya. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan harga energi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Perincian Harga BBM Pertamina Berdasarkan Provinsi
Di Aceh, Pertamax dijual Rp12.500 per liter, Pertamax Turbo Rp13.400, Dexlite Rp13.800, dan Pertamina Dex Rp13.900. Pertalite tetap stabil di Rp10.000, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter.
Free Trade Zone Sabang menawarkan harga lebih rendah untuk Pertamax, Rp11.500 per liter, dan Dexlite Rp12.600. Pertalite dan Biosolar tetap sama, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800.
Provinsi Sumatera Utara menetapkan harga Pertamax Rp13.050 dan Pertamax Turbo Rp12.500 per liter. Dexlite Rp13.800, Pertamina Dex Rp13.900, serta Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800.
Di Jawa Barat, harga Pertamax turun menjadi Rp12.350 per liter, Pertamax Turbo Rp13.400, dan Pertamax Green Rp13.150. Pertamina Dex Rp13.600, Dexlite Rp13.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.
Provinsi DKI Jakarta mengikuti pola yang sama, di mana harga Pertamax Rp12.350 dan Pertamax Turbo Rp13.400. Pertamax Green Rp13.150, Pertamina Dex Rp13.600, Dexlite Rp13.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.
Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah memiliki harga serupa dengan Jawa Barat. Penyesuaian ini menciptakan konsistensi harga BBM di Pulau Jawa dan Bali.
Di Nusa Tenggara Timur, harga Pertamax sedikit lebih tinggi, Rp12.650 per liter, dan Pertamax Turbo Rp13.700. Pertamina Dex Rp13.900, Dexlite Rp13.800, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800.
Provinsi Kalimantan memiliki harga bervariasi, mulai Rp12.650 hingga Rp12.950 per liter untuk Pertamax. Pertamax Turbo berkisar Rp13.700–14.000, Pertamina Dex Rp13.900–14.200, dan Dexlite Rp13.800–14.100.
Provinsi Sulawesi, dari Utara hingga Barat, menjual Pertamax Rp12.650 dan Pertamax Turbo Rp13.700. Pertamina Dex Rp13.900, Dexlite Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Provinsi Maluku dan Maluku Utara menyesuaikan harga Pertamax Rp12.650 dan Dexlite Rp13.800 per liter. Pertalite dan Biosolar tetap stabil, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800.
Papua, Papua Barat, dan wilayah Papua lainnya memiliki harga Pertamax Rp12.650 per liter. Pertamina Dex Rp13.900, Dexlite Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800.
Khusus Pertamax Turbo, sebagian wilayah Papua belum menerapkan penyesuaian harga seperti Provinsi Papua Barat Daya. Hal ini disesuaikan dengan distribusi logistik dan biaya transportasi wilayah timur Indonesia.
Dampak Penurunan Harga BBM bagi Masyarakat dan Ekonomi
Penurunan harga BBM diharapkan meringankan biaya operasional kendaraan pribadi dan transportasi umum. Masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari penurunan ini, terutama bagi konsumen yang sering bepergian jarak jauh.
Pelaku usaha juga mendapat keuntungan, karena biaya distribusi barang dan jasa menjadi lebih efisien. Hal ini berpotensi menurunkan harga produk dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Harga BBM yang stabil dan terjangkau juga mendukung transportasi logistik dan ekonomi kreatif. Sektor industri dan pariwisata mendapat dampak positif dari penurunan biaya bahan bakar.
Penyesuaian harga BBM dilakukan secara berkala mengikuti kondisi pasar minyak global. Pertamina menekankan bahwa harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai tren dunia.
Masyarakat disarankan memantau harga terbaru melalui SPBU atau aplikasi resmi Pertamina. Dengan begitu, konsumen dapat memanfaatkan harga terjangkau untuk pengisian bahan bakar.
Penurunan harga Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Pertamina Dex, dan Dexlite menandai upaya menjaga daya beli masyarakat. Sementara Pertalite dan Biosolar tetap stabil sebagai bahan bakar bersubsidi.
Provinsi-provinsi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua telah menyesuaikan harga sesuai ketentuan Pertamina. Hal ini memastikan konsistensi harga BBM di seluruh Indonesia.
Secara keseluruhan, penurunan harga BBM ini menjadi kabar baik bagi konsumen dan pengusaha transportasi. Penyesuaian harga juga menyeimbangkan antara harga global dan kemampuan masyarakat membeli bahan bakar.
Dengan pemantauan harga secara rutin, Pertamina memastikan distribusi BBM tetap merata. Pengendalian harga ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi dan mobilitas warga.
Penurunan harga BBM Pertamina ini diharapkan berdampak positif bagi perjalanan harian dan logistik. Seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati harga terbaru mulai Selasa, 27 Januari 2026, sesuai daftar resmi.